Sunday, 29 March 2009

Berdoa untuk dia

Aq baru menyadari bahwa setiap kejadian pasti berujung hikmah yang menuai banyak barokah.

Allah sengaja mempertemukan aq dengan laki-laki terbaik yang Dia punya.

2 tahun aq diberi-Nya kesempatan untuk berbagi hati dan pikiran yang kemudian merubahku menjadi perempuan yang selalu bersyukur atas nikmat Allah.

Kepergian dia bukan petaka untukku, justru sebuah karunia yang Allah ciptakan.

Mahluk Allah itu berhasil menyadarkan aq pada dunia yang sebenarnya,

merubahku menjadi orang yang mampu berpikir tentang makna dan arti cinta

Juga, menyadarkan aq akan ridho dari Sang Kuasa yang berhak membolak-balikan hati manusia…

Allah maha segalanya…Aq berharap Dia mampu membalas kebaikan mahluknya itu yang telah bertugas dalam menyadarkan aq di waktu yang lalu..Amin..

Saturday, 28 February 2009

Demam Orang Indon

Orang Malaysia sebut aq sebagai warga Indon...kata nesia dihilangkan. entah ejaan apa yang digunakan, padahal katanya Malaysia dan Indonesia masih serumpun dan masih ada jalinan saudara...hehehhehe...tapi masih aja suka saling senggol kuasa atas wilayah. banyak pulau yang "ga sengaja" termiliki oleh mereka dengan alasan perluasan laut ke wilayahnya. tau ga siy, ternyata itu akibat pengerukan pasir yang berlebihan, so lahan milik si Indon jadi berkurang...hufffhhhh, ksian ya si Indon..punya lahan luas tapi masih gampang dibodohin sama Negara yang berlahan mini.
Itu sih, cerita dikiiiitttt yang terselip dalam otakku ketika melihat peta dunia, eh ada Malaysia yang nyempil di kepulauan Indonesia, jadi deh aq kepikiran soal pulau2 si Indon yang ga sengaja beralih hak milik itu...hehehehe. Oia, aq punya sedikit unek2 nih tentang si Indon, Negaraku ini negara kaya, banyak mengahsilkan sumber daya baru dan bermultifungsi, punya banyak hutan, gunung, lautan luas, dan produksi orang2 pintar (sampe ada yang ke Jerman dan rela ninggalin Negara Indonesia saking pinternya orang itu..!!) tapi knapa ya kita ini seolah msih saja terjajah. pastinya bukan jajahan kasat mata yang berupa bentrok fisik dengan kolonial, saat ini aq dan Negaraku sedang dijajah oleh kolonial biadab melalui bentrokan budaya. gaya hidup orang Indon sengaja dimirip-miripkan dengan gaya hidup sang penguasa alias mister kapitalis.
Barang buatan Ujang Tasik, Mas Jowo, Bang Medan, sepertinya sangat sedikit diminati oleh kalangan anak muda. saat ini, yang bangga pake batik cuma sedikit, kalo pun banyak yang make batik itu karena trend yang dibentuk oleh (lagi-lagi) si empunya modal. kemudian, penyuka musik tradisional pun cukup sulit ditemui. ada yang melestarikan angklung, eh malah orang Bule, bukan orang Indon asli, wah gawat kan!!
Di Bali, yang ulet latihan tari kecak, si Bule-Bule juga...mmmmhhhh capeeee deh...Pa Presiden kumaha ieu??? Menteri yang ngurusin budaya Indonesia pada kemana sih?? ko kaya yang ga punya peduli ya dengan anak muda yang mulai lupa sama angklung dan tari kecak...Malah sekarang yang dikejar-kejar musik SETAN ala dugem kebarat-baratan..ooohhh kacawww!!
Bentar lagi nih, Pemilu digelar, ajang Pesta bagi sang empunya duit buat kampanye..hahahaha..Buat Rakyat jelata, hati2 dengan mereka, para politisi busuk yang berjuang demi menggembungkan kantung SETAN nya dengan raupan duit rakyat,,pilih anggota dewan yang cerdas, ga bodoh, ga picik, dan ga curang (tapi hari gini mana ada yang bersih????kotor semua deh kayanya!!)..trus pilih juga Presiden yang cekatan, ga loyo, dan cerdas, jangan pilih yang plin-plan dan gampang terbeli harga dirinya yaaa....(mmmmhhhh....kira2 ada ga ya yang berkepribadian menarik???mmmhhhh....hanya Allah yang tau...!!heheheh)**

Friday, 20 February 2009

????

tanda tanya
hampir di setiap tulisanku berjudul tanda itu
mungkin karena aku bingung
ya, karena aku manusia, Tuhan bilang aku manusia
oleh karenanya aku merasai bingung
dia, meninggalkan aku, bukan jiwanya
hanya daging yang selimuti tulang yang meninggalkanku
ya, bukan jiwa dan hatinya
semoga saja bukan
semoga saja, ya bukan hati dan jiwanya....

Aku Bersedih

waduh....kasian tuh pohon asam di depan komplek rumahku, kalo saja pohon itu bisa bicara mungkin dia akan merasa keberatan menampung beban badannya yang besar plus gambar2 para caleg di ranting2nya...
ya..fenomenan "bebas" jadi wakil rakyat menjulang tinggi di negeriku, Indonesia. katanya, hari ini jaman demo"crazy" dan imbas reformasi. tapi sayang, perubahan itu malah berbuntut kacau. orang2 bermodal berani, mampu maju ke ajang pemilu buaya. pemilu buaya, pemilu penuh bualan dan tipuan. bnyak yang mencalonkan tanpa niat tulus menuju perbaikan. sungguh ragu aku menjadi rakyat biasa yang dipaksa memilih sang gambar calon. golput pun sudah diklaim haram oleh MUI. entah alasan politis atau memang berdasarkan syariat Islam. hanya mereka2 yang tahu.
golput, buatku tak masalah. rakyat sudah enggan memilih manusia2 kotor macam caleg yang nagkring di atas pohon asam itu. bagaimana tidak, janjinya seabreg, tapi realisasinya nol besar. duit rakyat habis dihamburkan demi kepentingan kelompoknya. kacau. itulah negeriku. sang kepala negara pun tak sanggup menggunakan tangan besinya untuk memperbaiki negeri ini.
entah, model seperti apa lagi yang pantas jadi pemimpin dan wakil rakyat. bangsaku kehilangan figur, bangsaku kehilangan harga di mata dunia....
jika ada yang merasa pantas menjadi khalifah di negeriku, tolonglah bantu aku perbaiki keraguanku atas mereka....